Home > RUANG EDUKASI > Ada 82 Paket Beasiswa Siap Dibagikan

Ada 82 Paket Beasiswa Siap Dibagikan

Tanahabang, Warta Kota

Ada yang menarik dari perjalanan produk Tabunganku, yang dicanangkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 20 Februari 2010. Kini Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Siswa Menabung (GSM) di 41 daerah, dan ada 82 paket beasiswa bagi sekolah yang giat menanamkan budaya menabung.

Gubernur BI, Darmin Nasution, dalam sambutan tertulisnya untuk acara peluncuran GSM di 41 daerah itu, Minggu (7/10), menjelaskan, peluncuran program ini dilatarbelakangi oleh pertimbangan perlunya sosialisasi dan edukasi lanjutan dari Gerakan Indonesia Menabung (GIM) sebelumnya. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran menabung sebagai bagian budaya bangsa dalam mendukung pembangunan nasional yang berkesinambungan.

“GSM bertujuan untuk meningkatkan peran daerah dalam edukasi dan sosialisasi produk TabunganKu khususnya untuk lingkungan pelajar dan sekolah,”katanya.

Melalui GSM, BI berharap produk TabunganKu pada akhir tahun 2010 bisa mencapai jumlah rekening sebanyak 1 juta lebih dengan total nominal Rp 500 miliar. Sebagai informasi, papar Darmin, hingga 31 Juli 2010 telah tercatat lebih dari 600.000 rekening TabunganKu dengan total nominal sebesar Rp 520 miliar.

“Diharapkan ke depan dengan berbagai program lanjutan yang dilakukan bersama dengan perbankan jumlah tersebut bisa lebih besar,” sambung Darmin Nasution.

Sebelumnya Agus Sugiarto, Ketua Tim Arsitektur Perbankan Indonesia yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Edukasi Perbankan, mengatakan, produk TabunganKu khusus untuk pelajar merupakan hasil evaluasi Pokja akhir April 2010.

“Kami mengusahakan agar pelajar bisa buka rekening TabunganKu dengan kartu pelajar,” ujar Agus Sugiarto.

GSM akan diselenggarakan dalam dua kegiatan besar. Pertama adalah acara “Kick-Off GSM” yang bentuk kegiatannya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah masing-masing. Kedua adalah Kunjungan Bank ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi selama November – Desember 2010.

Beasiswa

Untuk menyukseskan GSM, perbankan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan beasiswa bagi sekolah yang gencar mendukung GSM. Sebanyak 82 paket beasiswa telah siap diserahkan kepada sekolah-sekolah di 41 daerah yang giat menanamkan budaya menabung pada siswa-siswinya.

Penilaian untuk sekolah-sekolah di 41 daerah akan dilakukan pada awal tahun 2011. Penilaian akan diambil berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan GSM selama November dan Desember 2010.

Sekadar mengingatkan, pada 20 Februari 2010 lalu bersamaan dengan dicanangkannya GIM, BI bersama dengan 70 bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) baik konvensional dan syariah, serta 910 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), meluncurkan program TabunganKu.

TabunganKu merupakan produk tabungan bagi perorangan yang tidak mengenakan biaya administrasi. Setoran awal minimum untuk menjadi nasabah TabunganKu cukup rendah,yakni di bank umum Rp. 20.000 dan di BPR Rp. 10.000 saja.

Tetapi Bi juga menjelaskan, karena TabunganKu merupakan produk tabungan murah tanpa biaya administrasi, maka bunganya pun hanya 0,75 persen. Tidak disertakannya fasilitas ATM dapat membantu peniadaan biaya administrasi.

Namun perlu diketahui pula bahwa produk TabunganKu sebenarnya merupakan salah satu program BI jangka panjang dalam memperkuat fungsi bank sebagai lembaga intermediasi. BI berharap, kehadiran produk ini kian membuka akses masyarakat yang belum terjangkau produk perbankan sekaligus solusi bagi masyarakat yang terbebani biaya administrasi perbankan yang dianggap mahal.

Selain itu produk TabunganKu juga diharapkan bisa memaksimalkan dana investasi dari swasta. BI berpandangan, jika uang masyakarat tidak disimpan di bank, dana investasi itu tidak akan optimal. Maksudnya, jika masyarakat hanya menyimpan uangnya di kantong atau di bawah bantal, maka uang itu tidak berguna untuk perekonomian.

Produk TabunganKu diharapkan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini belum memanfaatkan bank sekaligus jawaban atas pertanyaan banyak orang yang tabungannya di bank malah sering berkurang.

Darmin Nasution yang ketika itu masih menjadi Pjs BI mengakui, selama ini tabungan yang saldonya di bawah Rp 2 juta, rata-rata nominalnya malah turun akibat tergerus untuk biaya administrasi bank. “Karena banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengapa tabungannya di bank malah tergerus, inilah jawabannya,” kata Darmin saat itu

Alasan lain BI di balik penyelenggaraan program TabunganKu ialah besarnya potensi pasar. Berdasarkan Survei Penduduk Antar-Sensus (SUPAS) BPS tahun 2005, sebanyak 58 persen dari jumlah total orang dewasa usia produktif, belum berinteraksi dengan bank. Pada umumnya mereka memiliki uang, tetapi masih disimpan secara tradisional bukan di bank karena beragam masalah akibat peraturan perbankan.

BI memperkirakan potensi dana yang bakal terkumpul dari 58 persen jumlah total orang dewasa usia produktif itu bisa mencapai Ro 40-50 triliun. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan BI untuk menggiatkan program menabung sekaligus menghimpun dana masyarakat kecil.

Prosedur menabung dalam program Tabunganku cukup mudah. Calon nasabah hanya diwajibkan membayar uang adminitrasi Rp 20 ribu dan melampirkan kartu tanda penduduk (KTP), sehingga setiap orang sudah bisa memiliki buku tabungan. Hal itu tidak hanya berlaku orang dewasa, anak-anak juga bisa, bahkan dianjurkan. (Willy Pramudya)
http://www.wartakota.co.id/detil/berita/32436/Ada-82-Paket-Beasiswa-Siap-Dibagikan-

Categories: RUANG EDUKASI
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: