Home > JAKARTA INFO > 3.000 Polisi Amankan Ramadhan di Jakarta

3.000 Polisi Amankan Ramadhan di Jakarta

BERITAJAKARTA.COM — 26-08-2008 17:50

Untuk mengantisipasi tindakan sweeping dari ormas tertentu, Polda Metro Jaya bakal menyebar 3.000 petugas kepolisian selama bulan puasa dan usai hari raya Idul Fitri. Mereka disebar ke sejumlah titik strategis termasuk ke sejumlah tempat hiburan yang berpotensi melanggar aturan. Makanya dihimbau, agar pengusaha tempat hiburan mematuhi peraturan selama Ramadhan agar masyarakat tenang menjalankan ibadah puasa.

Keterlibatan polisi dalam pengamanan Jakarta merupakan perintah langsung dari Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman. Nantinya, baik berseragam ataupun berpakaian preman, petugas polisi disebar di lima wilayah DKI Jakarta secara merata. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi segala ancaman keamanan yang dapat mengganggu stabilitas Jakarta, termasuk dengan menindak tegas terhadap ormas yang berani melakukan sweeping terhadap tempat hiburan. Kombes Budi Winarso, Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya menjelaskan, penyebaran 3.000 personel polisi dilakukan secara merata di lima wilayah di Jakarta.

“Pokoknya, Polda Metro Jaya siap mengamankan Jakarta dari segala potensi ancaman keamanan di saat bulan puasa,” tegasnya saat Sosialisasi Penyelenggaraan Industri Pariwisata Pada Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1429 H/2008 M, Selasa (26/8) sore.

Diiangatkannya, bagi ormas yang berani main sweeping terhadap tempat hiburan bisa terkena sanksi tegas dari polisi. Meski begitu, pihaknya tidak akan melakukan prosedur tembak di tempat terhadap pelaku sweeping tersebut. “Yang berhak melakukan sweeping adalah petugas, bukan ormas. Karena itu kita akan tindak tegas setiap ormas yang coba-coba melakukan sweeping tempat hiburan,” tandasnya. Di samping itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi pengamanan dengan Dinas Tramtib dan Linmas DKI yang juga akan disebar untuk mengamankan tempat hiburan.

Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta menghimbau, agar seluruh tempat hiburan yang ada di Jakarta mematuhi segala ketentuan yang telah dibuat Pemprov DKI, khususnya Perda DKI No 10 tahun 2004 tentang Kepariwisataan dan SK Gub DKI Jakarta No 98 Tahun 2004 Tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata. “Di samping mematuhi aturan waktu buka tutup, pengusaha juga dilarang menjual minuman beralkohol dan mempertontonkan atau mempublikasikan pertunjukan yang bersifat pornografi dan pornoaksi,” jelas mantan Kepala Biro Humas dan Protokol DKI ini.

Bagi tempat-tempat hiburan yang tidak mematuhi aturan tersebut, akan ditindak tegas baik berupa peringatan hingga penutupan izin usaha. Mengenai sosialisasi peraturan tersebut, kata Arie, sudah disampaikan ke sejumlah pengusaha tempat hiburan.

Wasad, Kasubdis Perizinan Tempat Usaha Dinas Tramtib DKI menambahkan, pihaknya bersama sejumlah unsur terkait baik kepolisian dan Dinas Pariwisata akan melakukan pengawasan. Bahkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi. “Kita akan awasi dan antisipasi tempat hiburan baik dari tingkat provinsi hingga tingkat Kota dari ancaman sweeping ormas tertentu,” katanya. Pengawasan, lanjutnya, juga berlaku untuk tempat hiburan yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan, karena ketentuan yang telah dibuat sudah sangat jelas untuk ditaati. http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=30108&idwil=0

Categories: JAKARTA INFO
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: